Bocah di Boyolali Ini Sudah Setahun Diikat di Pohon Talok, Netizen Sedih Saat Tahu Alasannya



Memiliki anak berkebutuhan khusus memerlukan perhatian lebih dari orang tua dan keluarga agar bisa berkembang.
Namun sayangnya, tak semua orang tua paham apa yang harus dilakukan, bila anaknya dilahirkan lebih istimewa dibanding bocah-bocah lain.

Nasib memprihatinkan itu dialami oleh Rendi, bocah 11 tahun yang tinggal di RT 5 RW 4 Kelurahan Siswodipuran, Boyolali. Kisah pahit hidupnya diposting oleh netizen bernama Aries Susanto.
Dalam postingannya, Arief menuturkan, sebenarnya Rendi hanya mengalami hiperaktif.
Namun karena kewalahan merawat, orangtua dan neneknya justru mengikat Rendi di sebuah pohon dekat rumah, agar tidak bermain sembarangan.
Dari beberapa foto yang diunggah Arief, terlihat beberapa papan kayu ditata di tempat Rendi diikat.

Kemungkinan, itu dilakukan agar bocah malang tersebut tak langsung duduk di tanah.
Di salah satu foto, Rendi juga nampak tidak pakai celana.

"Kembalikan dunia bermain dan sekolah Rendi. Rendi sangat rindu sekolah dan bermain," tulis Aries, Sabtu (5/11/2016).
Pada salah satu netizen, Aries menuturkan bila ayah dan ibu Rendi masih hidup.

Namun karena faktor pendidikan dan ekonomi, akhirnya mereka menjadi acuh terhadap anaknya.
Saat dikonfirmasi, Aries membenarkan soal apa yang dialami Rendi. Keluarganya mengikat bocah itu sudah setahun ini.
Rendi juga tidak pernah ke sekolah karena sejumlah alasan.
Netizen lain yang mengetahui kisah Rendi menjadi tak tega dengannya.
Novi Ekawati Mastuti Ningrum: Kasihan banget, mbok wisben dijarke bermain, lha kuwi opo ra sekolah?
Ada pula yang menyesalkan orang tua Rendi yang seolah lepas dari tanggung jawab.
Astrid Dewi: Plis jadilah ortu bertanggung jawab. Kan anak tidak pernah meminta untuk dilahirkan, makanya apa pun kondisi anak itu merupakan tanggung jawab ortu.

Sumber: tribunews.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bocah di Boyolali Ini Sudah Setahun Diikat di Pohon Talok, Netizen Sedih Saat Tahu Alasannya"

Poskan Komentar